Global

Langkah Strategis Atasi Krisis Ketahanan Pangan Global

Saat ini tercatat sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami dampak dari kerawanan pangan. Terjadinya pergeseran kondisi perekonomian global, mencakup adanya kenaikan harga pangan serta minyak dunia bisa memberikan dampak pada ketahanan pangan di berbagai wilayah dunia.

Aspek Utama Ketahanan Pangan Global

Kondisi sebuah keluarga yang disebut memiliki ketahanan pangan yang aman adalah ketika anggota keluarga tersebut bisa membeli dan mendapatkan makanan dengan gizi yang cukup. Mereka bisa hidup dengan layak tanpa adanya rasa khawatir atau takut akan kelaparan. Hal tersebut yang kemudian menjadikan keadaan rawan pangan kerap dihubungkan dengan kemiskinan, khususnya di beberapa negara berkembang.

Negara Indonesia dikatakan mempunyai ketahanan pangan, yang artinya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya dari hasil produksi pertanian yang ada di wilayah Indonesia sendiri. Indonesia mempunyai ketahanan pangan dengan beragam tantangan yang harus bisa diatasi dengan langkah yang strategis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 3 aspek utama dalam ketahanan pangan yaitu :

a. Aspek Ketersediaan Pangan

Merupakan aspek yang menjamin adanya ketersediaan pangan yang memadai dan bisa tersedia secara konsisten.

b. Aspek Akses Pangan

Yaitu dengan adanya sumber daya yang cukup untuk mendapatkan ketersediaan pangan yang sesuai untuk hidup sehat dan produktif.

c. Aspek Pemanfaatan Pangan

Merupakan aspek dimana masyarakat bisa memanfaatkan makanan yang diperoleh dengan cara pengolahan yang tepat, sesuai dengan panduan tentang perawatan dan gizi secara mendasar.

Indonesia mempunyai ketahanan pangan lokal dengan berbagai jenis keuntungan, diantaranya adalah bisa mengurangi adanya ketergantungan pada kegiatan impor pangan dan bisa lebih memperkuat perekonomian daerah. Maka untuk bisa mencapai hasil yang lebih maksimal, harus bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Lalu Jenis Tantangan Apa Saja yang Dihadapi Oleh Ketahanan Pangan di Indonesia?

Sebelum kita membahas mengenai strategi yang efektif untuk mengatasi adanya kendala di bidang ketahanan pangan baik di Indonesia maupun secara global. Sebaiknya ketahui terlebih dahulu, apa saja tantangan yang dihadapi oleh ketahanan pangan khususnya di negara Indonesia.

Terbatasnya pengetahuan dan informasi pasca panen

Bahwa pengetahuan dan informasi setelah panen hasil tani yang dimiliki oleh petani maupun pengolah pangan masih sangat minim. Mereka sangat membutuhkan pengetahuan dan informasi yang mendukung untuk :

  • Menjaga kualitas hasil panen dengan baik dan benar.
  • Menjaga agar semua hasil panen bisa termanfaatkan dengan maksimal khususnya dengan menggunakan teknologi pengolahan dan pendinginan.
  • Minimnya akses modal yang memadai untuk investasi bidang teknologi dan infrastruktur pasca panen dilakukan.

Lihat juga : Inisiatif Kesehatan Global Untuk Atasi Ancaman Kesehatan

Keterbatasan Infrastruktur

Ketahanan pangan di Indonesia juga mendapatkan tantangan tentang distribusi pangan yang dilakukan secara tidak merata sehingga berdampak pada harga pangan di daerah terpencil menjadi lebih mahal. Hal tersebut terjadi semakin parah ketika akses jalan di wilayah pedesaan memiliki kondisi yang buruk sehingga menyulitkan proses distribusi hasil panen menuju konsumen.

Petani dan pengolah pangan pun beresiko kehilangan hasil panen karena alami kerusakan yang disebabkan minimnya infrastruktur untuk penyimpanan hasil panen yang memadai.

Pola Konsumsi Pangan yang Kurang Sehat

Minimnya sosialisasi dan edukasi yang memadai mengenai gizi serta pola makan yang seimbang yang menyebabkan masyarakat memiliki pola konsumsi yang kurang sehat. Mayoritas masyarakat memiliki patokan untuk makanan pokok dengan konsumsi beras dan terigu, kemudian mengabaikan pentingnya keragaman pangan lokal yang lebih kaya kandungan nutrisi.

Pola makan masyarakat pun menjadi semakin tak sehat dengan munculnya berbagai macam produk pangan olahan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tak jelas.

Resiko Masalah Ketahanan Pangan

Secara umum, terjadinya masalah pada ketahanan pangan sebuah negara akan menyebabkan beberapa kondisi, diantaranya adalah :

  • Terjadinya kerawanan pangan yang dialami oleh sebagian kalangan masyarakat Indonesia karena tak adanya akses yang memadai untuk mendapatkan pangan yang cukup dan bergizi baik.
  • Gizi buruk dan stunting yang dialami oleh mayoritas usia anak-anak karena kurangnya konsumsi pangan dengan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang .
  • Resiko penyakit menular yang diakibatkan karena memiliki pola makan yang tak sehat sehingga bisa meningkatkan berbagai resiko penyakit tak menular misalnya obesitas, diabetes dan penyakit jantung.

Langkah Strategis Atasi Masalah Ketahanan Pangan Global

Adanya masalah atau krisis pada ketahanan pangan secara global menjadi satu tantangan yang serius untuk dunia saat ini. Diharapkan dengan berupaya melakukan inovasi dan kerja sama secara global, seluruh dunia bersama-sama mengatasi krisis kemudian membangun masa depan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi krisis ketahanan pangan secara global dengan langkah strategis dan efektif :

Promosikan penerapan pertanian yang berkelanjutan

Dalam langkah pertama ini akan melibatkan adanya penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk organik, upaya pengendalian hama dengan bijak dan penerapan pola tanam rotasi. Keuntungan penerapan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan diantaranya adalah untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Dukungan pemerintah untuk penerapan pertanian berkelanjutan

Bahwa diperlukan adanya dukungan dari pemerintah untuk mengatasi krisis ketahanan pangan dengan menerapkan kebijakan yang mendukung pertanian berkelanjutan. Bentuknya meliputi praktik pertanian yang ramah lingkungan, jaminan distribusi pangan secara merata dan pemberian insentif untuk petani.

Penerapan teknologi pangan yang inovatif

Langkah strategis berikutnya adalah dengan menerapkan teknologi pertanian yang lebih presisi, penggunaan Artificial Intelligence untuk memilih bibit berkualitas dan memantau tanaman dengan sensor canggih bisa meningkatkan efisiensi serta hasil panen yang lebih baik. Keuntungan penerapan inovasi tersebut adalah untuk meningkatkan produksi pangan, memaksimalkan rantai pasokan sekaligus meminimalisir pemborosan pangan.

Penerapan diversifikasi pangan

Langkah strategis lainnya adalah dengan melakukan diversifikasi sumber pangan sehingga bisa efektif minimalisir tekanan pada sumber daya alam. Diantaranya adalah seperti mengembangkan alternatif pangan misalnya protein insekta dan nabati bisa menjadi solusi alternatif yang bagus untuk meningkatkan ketersediaan pangan.

Lihat juga : Contoh Praktik Hidup Berkelanjutan dan Manfaatnya

Solusi dan kerja sama global

Bahwa krisis ketahanan pangan secara global membutuhkan adanya solusi dan kerja sama yang dilakukan secara menyeluruh. Bahwa semua negara harus bisa bekerja sama dengan baik untuk berbagi ilmu pengetahuan, informasi, teknologi dan sumber daya untuk membuat sistem pangan yang bersifat berkelanjutan.

Program pendidikan dan pelatihan petani

Perlu adanya pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan untuk petani yang mendukung adanya praktek pertanian yang berkelanjutan untuk mengelola sumber daya dengan lebih efisien. Keuntungan dari penerapan teknologi yang inovatif akan menjadikan petani bisa lebih sukses dan mandiri.

Itulah beberapa hal yang penting diketahui agar bisa mengatasi masalah ketahanan pangan global yang terjadi dengan strategi yang efektif hasilnya. Dengan langkah tersebut maka bisa dipastikan semua kalangan masyarakat di berbagai belahan dunia bisa mempunyai akses pangan yang memadai dan berkualitas untuk memperoleh kualitas hidup yang sehat serta produktif.